cari

Minggu, 10 November 2013

Penyebab Perdarahan post partum

a.      Penyebab perdarahan pasca partus
Penyebab perdarahan pasca partus, yaitu :
1)      Perdarahan pasca partus primer (dini)
a)      Uterus atonik, yang dapat terjadi karena plasenta atau selaput ketuban tertahan.
b)      Trauma genital, yang meliputi penyebab spontan dan trauma akibat penatalaksanaan atau gangguan, misalnya kelahiran yang menggunakan peralatan termasuk section caesaria dan episiotomi.
c)      Koagulasi Intravascular Diseminata
d)     Inversi Uterus.
2)      Perdarahan pasca partus sekunder (lambat)
a)      Fragmen plasenta atau selaput ketuban tertahan
b)      Pelepasan jaringan mati setelah persalinan macet (dapat terjadi di cerviks, vagina, kandung kemih, rectum)
c)      Terbukanya luka pada uterus (setelah section caesaria, rupture uterus).
(Sujiyatini, 2011)

referensi :

Sujiyatini, dkk. 2011, Asuhan Kebidanan II (Persalinan). Yogyakarta : Rohima Press.
 

Definisi dan Klasifikasi Perdarahan Post Partum


    Perdarahan Post Partum
a.      Definisi
Perdarahan post partum adalah perdarahan lebih dari 500-600 ml dalam 24 jam setelah anak lahir (Rustam Mochtar, 2012).
Hemoragi Postpartum (PPH) adalah kehilangan darah sebanyak 500 ml atau lebih dari traktus genitalia setelah melahirkan (Modul Kebidanan Nifas : Hemoragi Postpartum, 2012).
Perdarahan post partum adalah Perdarahan yang melebihi 500 ml setelah bayi lahir (Wiknjosastro,2008).
Perdarahan pasca persalinan adalah kehilangan darah lebih dari 500 ml melalui jalan lahir yang terjadi selama atau setelah persalinan kala III (Yetti, 2010).
Perdarahan pasca persalinan ialah perdarahan lebih dari 500 ml yang terjadi setelah lahirnya bayi (Achadiyat, 2004).



b.      Klasifikasi Perdarahan Postpartum
Menurut Rustam, 2012 klasifikasi perdarahan post partum menurut waktu terjadinya dibagi 2, yaitu :
1)      Perdarahan postpartum primer (early postpartum hemorrhage) yang terjadi dalam 24 jam setelah anak lahir.
2)      Perdarahan postpartum sekunder (late postpartum hemorrhage) yang terjadi setelah 24 jam, biasanya antara hari ke 5 sampai 15 postpartum.

referensi :


Anggraini, Yetti. 2010, Asuhan Kebidanan Masa Nifas. Yogyakarta : Pustaka Rihama.
Achadiat, Sp.OG. 2004, Prosedur Tetap Obstetri dan Ginekologi. Jakarta : EGC.

Winkjosastro. 2008, Ilmu Kebidanan. Jakarta : YBPSP
 


Jumat, 08 November 2013

Tanda Bahaya Masa Nifas



   Tanda Bahaya Masa Nifas
Setelah ibu melahirkan, maka ibu memasuki masa nifas atau yang lazim disebut puerpurium. Masa nifas (puerpurium) adalah waktu yang dimulai setelah placenta lahir dan berakhir kira-kira 6 minggu. Akan tetapi seluruh alat kandungan kembali seperti semula (sebelum hamil) dalam  waktu kurang lebih 3 bulan.
Sebagian besar kematian ibu terjadi selama masa nifas atau pasca persalinan. Oleh karena itu, sangat penting bagi ibu dan keluarga untuk mengenal tanda bahaya dan perlu mencari pertolongan kesehatan pada tenaga kesehatan jika ditemukan tanda-tanda bahaya pada masa nifas. Pada masa nifas, perempuan sebaiknya melakukan ambulasi dini. Yang dimaksud dengan ambulasi dini adalah beberapa jam setelah melahirkan, segera bangun dari tempat tidur dan bergerak, agar lebih kuat dan lebih baik. Gangguan berkemih dan buang air besar juga dapat teratasi.
Ibu nifas dan keluarga harus mendatangi tenaga kesehatan jika ditemukan tanda – tanda bahaya masa nifas seperti berikut ini :
1)      Perdarahan Pervaginam.
2)      Sakit kepala yang hebat
3)      Pembengkakan di wajah,tangan dan kaki
4)      Payudara yang berubah merah, panas, dan terasa sakit
5)      Ibu yang dietnya buruk, kurang istirahat, dan anemia mudah mengalami infeksi.
6)      Infeksi Bakteri
7)      Demam, muntah dan nyeri berkemih.
8)      Kehilangan nafsu makan dalam waktu yang lama.
9)      Kram perut
10)  Merasa sangat letih atau napas terengah – engah
11)  Rasa sakit dibagian bawah abdomen atau punggung (Winkjosastro, 2008)

referensi :

Winkjosastro, dkk. 2008. Ilmu Kebidanan. Jakarta : PT Bina Pustaka